ASUHAN
KEPR PD KLIEN DGN PERILAKU MENCEDERAI DIRI
KONSEP
BUNUH DIRI
KONSEP
BUNUH DIRI
Clinton, 1995
Suatu upaya yg disadari dan bertujuan utk mengakhiri
kehidupan, indv scr sadar berhasrat dan berupaya melaksanakan utk mati.Perilaku bunuh diri meliputi isyarat –isyarat, percobaan
atau ancaman scr verbal, yg akan mengakibatkan kematian. Luka atau menyakiti
diri sendiri.
Tailor dlm Fundamental of Nursing (1990)
Bunuh diri scr tradisional dipahami sbg kegiatan mengakhiri
kehidupan. Bantuan dlm melakukan bunuh diri sgt berarti. Mis. Menyediakan obat
atau senjata.
Stuart Sundeen (1995)
Bunuh diri (Suicide) adl menimbulkan kematian sdr. Upaya
bunuh (Suicide attempt) diri adl dengan sengaja melakukan kegiatan tsb. Bila kegiatan tsb smp tuntas akan menyebabkan
kematian
Isyarat Bunuh diri (Suicide Gesture) adl bunuh diri yg
direncanakan utk usaha mempengaruhi perilaku orla.
Ancaman bunuh diri (Suicide treat) adl suatu peringatan yg
scr langsung atau tdk langsung verbal atau non verbal seseorang sedang
mengupayakan bunuh diri.
BENTUK PRILAKU DESTRUKTIF DIRI TAK LANGSUNG
- Merokok
- Mengebut
- Berjudi
- Tindakan kriminal
- Terlibat dlm tindakan rekreasi berisiko tinggi
- Penyalahgunaan zat
- Perilaku yg menyimpang scr sosial
- Perilaku yg menimbulkan stress
RENTANG RESPON PROTEKSI DIRI
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BUNUH DIRI
- Faktor mood dan biokimiawi otak
- Faktor riwayat gangguan mental
- Faktor meniru, imitasi dan pembelajaran
- Faktor isolasi Sosial dan human relations
- Faktor hilangnya perasaan aman dan ancaman kebutuhan dasar
- Faktor Religiusitas
JENIS BUNUH DIRI
- Bunuh diri anomik - Faktor stress dan tekanan ekonomi.
- Bunuh diri Altruistik - Kehormatan diri ‘Harakiri’
- Bunuh diri Egoistik - Faktor dalam diri seseorang - Putus cinta dan putus harapan.
PENGKAJIAN PRILAKU
Tiga kategori perilaku Bunuh Diri
- Ancaman bunuh diri - Peringatan verbal atau nonverbal utk bunuh diri.
- Upaya bunuh diri - Semua tindakan diarahkan pada diri yg dilakukan oleh indv yg dpt mengarah pd kematian jk tdk dicegah
- Bunuh diri - Mungkn tjd stl tanda peringatan diabaikan
PETUNJUK GEJALA
- Keputusasaan
- Celaan thd diri sendiri, perasaan gagal dan tidak berharga
- Depresi ( dijelaskan tanda gejala )
- Agitasi dan gelisah
- Insomnia menetap
- Penurunan berat badan
- Berbicara lamban, keletihan, menarik diri
FAKTOR PENCETUS
- Diagnosa psikiatrik - Gangguann afektif, pengguna Nafza, Skizofrenia
- Sifat kepribadian - Rasa bermusuhan, impulsif, depresi
- Lingkungan Psikososial - Kehilangan, perpisahan, perceraian.
- Riwayat keluarga
- Faktor biokimia
STRESSOR PENCETUS
Stress berlebihan akibat :
- Kejadian memalukan
- vMasalah interpersonal
- Kehilangan pekerjaan
- Ancaman penjara
- Mengetahui cara bunuh diri
FAKTOR RESIKO SECARA PSIKOSOSIAL
- Putus asa
- Ras
- Jenis kelamin laki-laki
- Lansia
- Hidup sendiri
- Riwayat pernah mencoba bunuh diri
- Penyalahgunaan obat
- Penyakit kronis
MEKANISEME KOPING
- Denial
- Rasionalisasi
- Intelektualisasi
- Regresi
DIAGNOSA KEPERAWATAN
- Koping, individu inefektif
- Menyangkal, inefektif
- Mutilasi diri, resiko terhadap
- Amuk, risiko terhadap, diarahkan pada diri
- Harga diri rendah
- Gangguan citra tubuh
INTERVENSI KEPERAWATAN
- Listening, kontrak, kolaborasi dgn keluarga
- Pahami persoalan dari kacamata mereka
- Pentingnya partisipasi masyarakat
- Express feeling
- Lakukan implementasi khusus
IMPLEMENTASI KHUSUS
- Ancaman verbal dan non verbal segera laporkan dan lakukan pengamanan.
- Jauhkan semua benda yg berbahaya dr lingkungan.
- Jika klien berisiko tinggi bunuh diri, observasi scr ketat baik ditempat tidur atau kamar mandi
- Observasi ketat saat klien minum obat; pastikan bahwa obat sudah ditelan
- Jelaskan semua tindakan pengamanan pd klien
- Waspadai bila klien tenang sebab mkn saja klien sedang merencanakan bunuh diri
Ruangan aman nyaman
- * Hindarkan alat-alat yg dpt digunakan utk bunuh diri ?
- * Ruangan dilantai satu
- * Mudah dipantau ?
- * Tata ruangan menarik dan meningkatkan gairah hidup pasien ?
- Warna ruangan ?
Lingkungan sosial
Komunikasi terapeutik :
- Sapa pasien sesering mkn
- Jelaskan prosedur
- Terima pasien apa adanya, jgn mengejek dan merendahkan
- Tingkatkan harga diri pasien
- Membantu meningkatkan hubungan sosial
- Bantu pasien berinteraksi dgn keluarga
- Sertakan keluarga dlm rencana asuhan
- Jangan membiarkan pasien terlalu lama sendiri